Anton Ali: Kami Pasti
Gugat Salah Satu Paket
 |
| Yoanes Depa |
|
APAPUN dalih yang dibangun KPU NTT untuk
menghindar dari kekeliruan meng-up-date
data, melalui real count-nya, Selasa 19 Maret 2013, tidak segampang merubah
cara berpikir publik soal dugaan kuat
keterlibatan KPU dalam mendukung kemenangan paket tertentu. KPU NTT beralasan
bahwa KPUD Lembata yang salah mengimput data perolehan suara sementara dari lima
paket, Esthon-Paul, Tunas Cristal, Frenly dan BKH-Nope perhitungan sementara pilgub
NTT.
Faktanya, dalam real count yang
disiarkan KPU NTT Selasa 19 Maret pukul 11.00 wita, perolehan masing-masing
paket yakni Esthon-Paul 193.580 (23,36%), Tunas; 187,852 (22,36%), Cristal:
126,307 (15,04%) Frenly; 246.159 (29,31%) dan BHK:86.075 (10,25) dengan total
suara yang masuk 839.973 (27,75%) suara yang masuk. Setengah jam kemudian
terjadi penambahan suara menjadi 857.231 suara atau 28,32% suara masuk. Anehnya
penambahan suara itu jusrtu mengurangi perolehan suara sementara empat
kandiadat yang lain sementara pada paket Frenly mengalami peningkatan. Perhitungan
setelah penambahan suara; Esthon: 192.969 (22,51%), Tunas 190.789 (22,26%)
Cristal 126.826 (14,76%) Frenly: 259.902 (302%) dan BKH:86.745 (10,12%).
Juru bicara KPU NTT Djidon de Haan
kaburu meralat dan meminta maaf kepada kandidat yang merasa dirugikan akibat
kesalah itu. Djidon menya